01 Maret 2012
WALI Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Kota Denpasar atas partisipasi dan dukungannya dalam pembangunan Kota Denpasar. Apresiasi ini disampaikan pada pergelaran malam apresiasi dan kreativitas serangkaian peringatan HUT XX Denpasar, Selasa (28/2) di panggung terbuka Ardha Candra Art Centre Denpasar.
Malam apresiasi ini dihadiri ribuan masyarakat Kota Denpasar, siswa-siswi sekolah, seluruh pejabat baik jajaran legislatif maupun eksekutif dan Muspida, akademisi, tokoh masyarakat serta bendesa adat se-Kota Denpasar. Mereka tampak memenuhi panggung berkapasitas delapan ribu orang tersebut. Malam apresiasi tidak saja menampilkan artis pop Bali, Dadong Rerod Cs., juga melibatkan artis Dria Raba Denpasar. Pada kesempatan tersebut, Pemkot Denpasar juga menganugerahkan ''Parama Budaya'' kepada sekolah dan lembaga sosial lainnya, di antaranya Yayasan Dwijendra Denpasar dan I Wayan Griya, dosen Universitas Udayana.
Wali Kota Rai Mantra mengatakan, tema HUT tahun ini yakni ''Kita tingkatkan refleksi diri, pengembangan dan peningkatan kinerja aparatur terhadap pelayanan publik dengan asas Sewaka Dharma untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat''. Tema ini, menurut Rai Mantra, juga mengambil nilai kearifan lokal yang telah diwariskan leluhur. Dikatakannya, desentralisasi otonomi daerah pada hakikatnya memberikan pendekatan pelayanan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melakukan berbagai inovasi pelayanan publik dan pengembangan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Perjalanan pembangunan Kota Denpasar dengan berbagai permasalahannya, mulai dari kebersihan, sampah, hingga masalah transportasi dan kenakalan remaja, merupakan tantangan yang harus dipecahkan bersama. Terkait kenakalan remaja, Rai Mantra sempat berdialog langsung dengan para siswa yang hadir saat itu. Rai Mantra menanyakan, apakah para siswa pernah melihat geng motor serta minta mereka membantu Pemkot Denpasar dengan bersama-sama saling memperhatikan teman dan saling mengingatkan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak baik.
Kepada masyarakat, Rai Mantra juga minta agar membantu pemerintah dengan melakukan pendidikan bersama antara guru dan orang tua sehingga permasalahan kenakalan remaja dan anak putus sekolah tidak terjadi lagi di Kota Denpasar. ''Kami belum sempurna dalam memberikan pelayanan. Pemkot bersama-sama DPRD tetap berusaha bekerja sebaik-baiknya dalam pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat,'' ujar Rai Mantra.
Sementara itu, Asisten I Setda Kota Denpasar yang juga Ketua Panitia HUT, Ketut Mister mengatakan, kegiatan HUT bertujuan untuk lebih memantapkan penghayatan terhadap nilai-nilai yang menjadi landasan filosofi terbentuknya Kota Denpasar sebagai Kota Otonom. Disebutkannya, rangkaian HUT Kota Denpasar diawali pada 5 Februari dengan menyelenggarakan berbagai pertandingan cabang olahraga, kegiatan sosial, budaya, yang melibatkan semua komponen masyarakat. Selain itu, diadakan seminar nasional yang menghadirkan beberapa pakar, di antaranya Wamen PAN Prof. Eko Prasojo. Pada 27 Februari lalu, dilaksanakan apel HUT XX Denpasar serta pameran Pelayanan Publik di lapangan Lumintang. Tanggal 29 Februari dan 1 Maret, akan digelar hiburan rakyat yakni Bondres Dwi Mekar serta Wayang Ceng Blonk di Lapangan Lumintang Denpasar.
sumber:
http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=62712
WALI Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Kota Denpasar atas partisipasi dan dukungannya dalam pembangunan Kota Denpasar. Apresiasi ini disampaikan pada pergelaran malam apresiasi dan kreativitas serangkaian peringatan HUT XX Denpasar, Selasa (28/2) di panggung terbuka Ardha Candra Art Centre Denpasar.
Malam apresiasi ini dihadiri ribuan masyarakat Kota Denpasar, siswa-siswi sekolah, seluruh pejabat baik jajaran legislatif maupun eksekutif dan Muspida, akademisi, tokoh masyarakat serta bendesa adat se-Kota Denpasar. Mereka tampak memenuhi panggung berkapasitas delapan ribu orang tersebut. Malam apresiasi tidak saja menampilkan artis pop Bali, Dadong Rerod Cs., juga melibatkan artis Dria Raba Denpasar. Pada kesempatan tersebut, Pemkot Denpasar juga menganugerahkan ''Parama Budaya'' kepada sekolah dan lembaga sosial lainnya, di antaranya Yayasan Dwijendra Denpasar dan I Wayan Griya, dosen Universitas Udayana.
Wali Kota Rai Mantra mengatakan, tema HUT tahun ini yakni ''Kita tingkatkan refleksi diri, pengembangan dan peningkatan kinerja aparatur terhadap pelayanan publik dengan asas Sewaka Dharma untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat''. Tema ini, menurut Rai Mantra, juga mengambil nilai kearifan lokal yang telah diwariskan leluhur. Dikatakannya, desentralisasi otonomi daerah pada hakikatnya memberikan pendekatan pelayanan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melakukan berbagai inovasi pelayanan publik dan pengembangan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Perjalanan pembangunan Kota Denpasar dengan berbagai permasalahannya, mulai dari kebersihan, sampah, hingga masalah transportasi dan kenakalan remaja, merupakan tantangan yang harus dipecahkan bersama. Terkait kenakalan remaja, Rai Mantra sempat berdialog langsung dengan para siswa yang hadir saat itu. Rai Mantra menanyakan, apakah para siswa pernah melihat geng motor serta minta mereka membantu Pemkot Denpasar dengan bersama-sama saling memperhatikan teman dan saling mengingatkan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak baik.
Kepada masyarakat, Rai Mantra juga minta agar membantu pemerintah dengan melakukan pendidikan bersama antara guru dan orang tua sehingga permasalahan kenakalan remaja dan anak putus sekolah tidak terjadi lagi di Kota Denpasar. ''Kami belum sempurna dalam memberikan pelayanan. Pemkot bersama-sama DPRD tetap berusaha bekerja sebaik-baiknya dalam pelayanan publik untuk kesejahteraan masyarakat,'' ujar Rai Mantra.
Sementara itu, Asisten I Setda Kota Denpasar yang juga Ketua Panitia HUT, Ketut Mister mengatakan, kegiatan HUT bertujuan untuk lebih memantapkan penghayatan terhadap nilai-nilai yang menjadi landasan filosofi terbentuknya Kota Denpasar sebagai Kota Otonom. Disebutkannya, rangkaian HUT Kota Denpasar diawali pada 5 Februari dengan menyelenggarakan berbagai pertandingan cabang olahraga, kegiatan sosial, budaya, yang melibatkan semua komponen masyarakat. Selain itu, diadakan seminar nasional yang menghadirkan beberapa pakar, di antaranya Wamen PAN Prof. Eko Prasojo. Pada 27 Februari lalu, dilaksanakan apel HUT XX Denpasar serta pameran Pelayanan Publik di lapangan Lumintang. Tanggal 29 Februari dan 1 Maret, akan digelar hiburan rakyat yakni Bondres Dwi Mekar serta Wayang Ceng Blonk di Lapangan Lumintang Denpasar.
sumber:
http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=62712

Tidak ada komentar:
Posting Komentar