see our website : www.yayasandwijendradps.org

to see in our full feature use PC/laptop

but you can see it too in short style of mobile version


Sabtu, 28 Januari 2012
Gubernur Ingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter
Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengingatkan kembali pentingnya pembangunan karakter. Menurutnya, pembangunan karakter multak diperlukan untuk kemajuan sebuah bangsa. Hal tersebut diungkapkannya saat memberi sambutan pada HUT ke-59 Yayasan Dwijendra Pusat di Denpasar, Sabtu (28/1).

Dia lantas mencontohkan Singapore yang bisa menjadi negara maju karena memiliki SDM berkualitas dengan karakter-karakter yang kuat. Gubernur berharap, lembaga-lembaga pendidikan di Bali bisa mencetak SDM yang tak hanya cerdas secara intelektual, namun juga punya karakter yang baik. 'Selain cerdas, mereka harus juga berbudi luhur, jujur, disiplin dan tangguh," imbuhnya.

Terkait dengan pendidikan karakter, Gubernur salut pada upaya Yayasan Dwijendra yang memasukan identitas Hindu pada muatan lokal. Bahkan, di sela-sela menghadiri acara HUT, Gubernur yang didampingi Ny.Ayu Pastika sempat melihat laboratorium komputer Aksara Bali yang dikembangkan pihak yayasan. "Kita semua punya kewajiban untuk melestarikan Aksara Bali," ujarnya. Bahkan, Aksara Bali merupakan satu kebanggaan karena menjadi simbul peradaban.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga berharap agar Yayasan Dwijendra sebagai salah satu perguruan swasta diharapkan terus berinovasi dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Peringatan HUT diharapkan bisa dijadikan ajang evaluasi terhadap berbagai hal yang telah dicapai. Selanjutnya, Gubernur berharap agar Yayasan Dwijendra makin meningkatkan peran dalam membantu pemerintah daerah untuk mengatasi berbagai persoalan yang masih dihadapi dalam dunia pendidikan.

Ketua Yayasan Dwijendra Pusat IB Wiana mengucapkan terima kasih atas apresasi Gubernur atas keberadaan lembaga pendidikan yang dikelolanya. Ke depan, Dwijendra punya komitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mencetak SDM berkualitas dan berkarakter. (andi)

Sumber:
http://www.baliprov.go.id/index.php?page=2&action=detail&id=1992



28 Januari 2012
Dwijendra Siapkan Beasiswa bagi Siswa yang Naik Sepeda
KETUA Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Drs. Ida Bagus Gede Wiyana selalu memiliki ide cemerlang untuk urusan pendidikan, pengembangngan karakter, budaya Bali dan kesusastraan Bali. Di sela-sela puncak HUT ke-59 Yayasan Dwijendra Denpasar, Sabtu (28/1) lalu, ia menantang siswa, mahasiswa, guru dan karyawan di Dwijendra untuk naik sepeda sehari-hari.

Ide ini muncul setelah dia memberikan hadiah sebuah sepeda gunung terbaik kepada juara I Lomba Bali Simbar Dwijendra. Hadiah yang lumayan tinggi ini sekaligus sebagai penghargaan Yayasan Dwijendra terhadap pengembangan bahasa dan aksara Bali. Apalagi Dwijendra visinya mengembangkan pendidikan berlandaskan budaya Bali dan agama Hindu. ''Kalau tidak kita yang memperhatikan budaya Bali, siapa lagi,'' ujarnya.

Juara I Lomba Bali Simbar Dwijendra diraih Putu Yoga Jaya Kesuma. Siswa SMP Dwijendra ini mengalahkan siswa dan mahasiswa lainnya, sehingga berhak atas sepeda gunung terbaik. Ida Bagus Gede Wiyana sejak dulu getol mendokumentasikan sekaligus menjadikan Bali Simbar Dwijendra sebagai keunggulan lokal.

Ia yang sudah banyak mengunjungi negara-negara di Asia dan Eropa melihat warganya sangat setia menggunakan bahasa dan huruf negaranya. Thailand, Jepang dan negara lain sangat konsisten dengan huruf dan bahasa aslinya. Justru dia khawatir bahasa Bali dan huruf Bali akan hilang. Jika ini terjadi, dipastikan budaya Bali akan hancur dan menghilang karena pendukungnya tak mau melestarikan dan menggunakan dalam kehidupan sehari-hari. Makanya dia sangat bersemangat aksara Bali Simbar Dwijendra ini bisa dibiasakan kepada sekolah lain sebagai program ungggulan pendidikan lokal di Bali.

Ia menegaskan akan selalu berinovasi dalam pendidikan yang mengarah pada mengaplikasikan ajaran agama melalui pola yang humanis dan meneguhkan spirit pluralisme dan PBM. Filosofi ini pula yang mengantarkan Yayasan Dwijendra menjadi sumber nilai keharmonisan hidup yang meliputi seluruh dimensi kehidupan.

Kedua, Ida Bagus Gede Wiyana ingin mengembalikan karakter Kota Denpasar yang tak krodit lagi. Jika pertumbuhan kendaraan bermotor tak dibatasi, ia yakin Denpasar makin sesak dengan kendaraan dan polusi udara akibat gas buang yang tinggi. Untuk itu, ia berani mengambil terobosan yang tak lazim yakni memberikan beasiswa pendidikan gratis hingga sarjana bagi keluarga besar Dwijendra yang mau naik sepeda sehari-hari ke sekolah dan kampus. ''Kebetulan kami memiliki jenjang pendidikan dari TK - S-1, sangat memungkinkan hal ini diraih oleh siswa, guru dan karyawan Dwijendra,'' ujarnya.

Mengapa syaratnya bersepeda tiap kegiatan sekolah, dia ingin mengajak insan Dwijendra menjadi panutan dalam mengurangi gas buang CO2 dan menghindari kemacetan di jalur pendidikan khususnya kawasan Kamboja. ''Untuk itu diperlukan komitmen bersama,'' ujarnya. (ad2)

Sumber:


http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaindex&kid=10&id=61607



21 January 2012
Aneka Lomba Tingkat Universitas (HUT ke-59 Yayasan Dwijendra)
Dalam rangka memeriahkan HUT ke-59 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Universitas Dwijendra mengadakan kegiatan aneka lomba antar Fakultas di Lingkungan Universitas Dwijendra. Aneka Lomba yang diadakan antara lain: Lomba MC Bahasa Inggris, MC Bahasa Bali, MC Bahasa Indonesia, Lomba Busana ke Pura, Busana ke Kampus, dan Lomba Karya Tulis Ilmiah.

Aneka Lomba tersebut dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 19 s/d 20 Januari 2011 dan diikuti oleh mahasiswa dari 5 Fakultas yang ada di Universitas Dwijendra. Kegiatan lomba ini selain untuk memeriahkan peringatan HUT ke-59 Yayasan Dwijendra juga sebagai ajang pengembangan minat dan bakat mahasiswa serta pelestarian budaya yang notabenya merupakan misi Universitas Dwijendra.

Diharapkan juara-juara dalam lomba ini nantinya dapat menjadi andalan Universitas Dwijendra di ajang lomba pada tingkat yang lebih tinggi. (Ar)

Sumber:

http://undwi.ac.id/component/zoo/item/aneka-lomba-tingkat-universitas-hut-ke-59-yayasan-dwijendra.html


20 Januari 2012
HUT Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar
Dari Lomba IT, Donor Darah hingga Lomba Mengajar

SERANGKAIAN HUT ke-59, Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Kamis (19/1) kemarin menggelar lomba IT, donor darah dan lomba mengajar melibatkan siswa SD,SMP, SMA, mahasiswa dan guru.

Yang menarik di aksi donor darah. Para pendonornya adalah petinggi di Dwijendra di antaranya Wakil Ketua Yayasan Dwijendra MS. Chandrajaya,M.Hum. dan Ketua Panitia HUT, Drs. I Made Sila,M.Pd., diikuti ratusan siswa SMP dan SMA Dwijendra. Aksi ini dipimpin langsung Ketua Yayasan Dwijendra Pusat, Drs. Ida Bagus Gede Wiyana.

Ida Bagus Gede Wiyana yang juga pakar sastra agama Hindu mengakui masih ada keraguan di kalangan siswa untuk mendonorkan darahnya. Di antaranya takut suntikan dan bisa membuat gemuk.

Dalam sastra agama disebutkan donor darah adalah untuk kepentingan umat yang memerlukan merupakan bagian dari ''punia'' umat Hindu. Sedangkan darah yang tak diharapkan ('papa') jika termasuk dalam ''Bautika Duhka'' dan ''Adi Adiatmika Duhka'' (akibat kecelakaan sendiri atau mengalir sendiri). Peringatan Siwaratri adalah implementasi dari papa dan ''punia'' tersebut. Maka sebaiknya umat Hindu, kata dia, ''mapunia'' darah menjelang Siwaratri.

Lomba IT
Di lomba IT, kategori SD dilombakan Microsoft Word untuk mengetik cepat, sedangkan bagi siswa SMP Microsoft Word untuk mereplika soal. Bagi siswa SMA dilombakan desain grafis sedangkan bagi mahasiswa dilombakan ''power point'' untuk pembelajaran.

Lomba ini menurut Kepala SMK Dwijendra Denpasar, Ketut Widia,M.Pd., selain mengoptimalkan ruang dua lab komputer Dwijendra, juga untuk menguji kompetensi siswa sekaligus mengukur tingkat pembinaan pelajaran komputer di tiap unit.

Menurutnya, Yayasan Dwijendra kini memiliki 30 unit komputer di lab timur, 30 komputer di lab tengah dan 14 komputer di lab jaringan. Di samping, itu memiliki 20 komputer untuk lab bahasa.

Proses pembelajaran dan pelayanan di Dwijendra juga berbasis komputerisasi. Dwijendra memiliki Bali Simbar Dwijendra yakni menulis aksara Bali dengan sistem komputer, perpustakaan berbasis online, pelayanan akademik (SIAK) berbasiskan komputer dan sebagainya. SMK Dwijendra juga membuka program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan berbasis Mikrotek, serta Akuntansi berbasiskan Myob yakni akuntansi berbasis komputer.

Di hari yang sama juga digelar ceramah lalu lintas dan narkoba bagi siswa SD Dwijendra. Sementara di ab Microteaching, para guru di tiap unit mengikuti lomba mengajar dan media pembelajaran.(ad2)

Sumber:
http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=26&id=61275



16 Januari 2012
Dwijendra Hijaukan Kawasan Padanggalak dan Sanur
Dipuji Langsung Wawali Denpasar

YAYASAN Dwijendra Pusat Denpasar mengerahkan empat ribu siswa dan mahasiswa, Minggu (15/1) kemarin, untuk menghijaukan kawasan Padanggalak, Kesiman hingga Sanur. Aksi bakti sosial ini dalam rangka HUT ke-59 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar.

Aksi penanaman tiga ribu pohon penghijauan dipimpin langsung Wakil Wali Kota (Wawali) Denpasar IGN Jaya Negara bersama Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Drs. Ida Bagus Gede Wiyana. Agenda peduli lingkungan ini juga dihadiri Bendesa Pakraman Sanur Kaja, Kades Sanur Kaja, Ida Bagus Paramartha, S.H., M.M., Camat Dentim dan Camat Densel serta pengelola pantai Sanur.

Selain aksi penanaman pohon jepun, menurut Ketua Panitia HUT Drs. I Made Sila, M.Pd., juga ditanam pohon juwet, ketapang dan waru. Semua ini untuk mendukung program Pemkot Denpasar sebagai kota yang bersih, berwawasan lingkungan dan nyaman.

Selain itu, keluarga besar Yayasan Dwijendra juga melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik dari Padangalak hingga pantai Sindhu, Sanur. Aksi ini sebagai bagian implementasi dari konsep Tri Hita Karana. Agenda ini mendapat pujian dari Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara. Ia mengakui Kota Denpasar sebagai kota metropolis di Indonesia juga mengalami masalah penanganan sampah, kebersihan dan keamanan.

Makanya sangat pas program Dwijendra ikut membantu pemerintah dalam menangani ketiga masalah itu. Tanpa dukungan masyarakat, kalangan pendidikan, akademisi serta perusahaan swasta lainnya, ia yakin program ini tak bisa dituntaskan secara maksimal.

Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Drs. Ida Bagus Gede Wiyana menegaskan, Dwijendra besar karena dibangun lewat desa yakni Desa Sanur dan Kesiman. Salah satu tokoh Sanur yang berjasa sampai menyumbangkan pohon kelapa adalah Ida Bagus Ngurah (alm), yakni akek Kades Sanur Kaja saat ini. Makanya generasi penerus Yayasan Dwijendra, dikatakannya, harus tetap eling dengan perjuangan para leluhur dan pendirinya.

Aksi penghijauan dan kebersihan, menurut Ida Bagus Gede Wiyana, sebagai bentuk implementasi tema HUT tahun ini yakni ''Satyam, Siwam dan Sundaram'' serta Tri Hita Karana. CSR Yayasan Dwijendra ini diperuntukkan guna memberi kesadaran kelangan generasi muda untuk selalu bersinergi dengan masyarakat memelihara lingkungan agar asri dan bersih.

Lewat program ini ia ingin menanamkan empat hal kepada jajaran Dwijendra. Pertama, taat dengan hukum, perintah dan peraturan. Kedua, menumbuhkan rasa kemandirian agar lulusan Dwijendra menjadi mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh luar dan tak tergantung pada orang lain. Ketiga, untuk kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan sekaligus bersosialisasi dengan sesama. Terakhir peduli lingkungan. Warga Dwijendra diharapkan menjadi panutan dalam kepedulian lingkungan. (ad10)

Sumber:
http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=61096


15 Januari 2012
DWIJENDRA MENGADAKAN KEGIATAN KERJA BAKTI DAN PENANAMAN POHON
Seluruh siswa SMP, SMA sampai mahasiswa beserta guru dan pegawai Yayasan Dwijendra Denpasar melakukan kegiatan penghijauan dan bersih-bersih dibeberapa pantai daerah Sanur. Acara ini dimulai dari Pantai Matahari Terbit yang dibuka oleh Wakil Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jayanegara, S.E dan didampingioleh Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, Drs. Ida Bagus Gede Wiyana.

Dalam kegiatan ini, dibagi menjad 2 rute dimana siswa SMA dan Mahasiswa melakukan penghijauan dan bersih-bersih dari pantai matahari terbit hingga pantai Padang Galak dan kembali lagi ke pantai Matahari Terbit. Sedangkan untuk siswa SMP dan SMK dari pantai Matahari Terbit menuju Pantai Sindu dan dan kembali lagi ke Pantai Matahari Terbit. Kegiatan ini merupakan serangkaian acara HUT ke-59 Yayasan Dwijendra Denpasar yang jatuh pada tanggal 28 Januari 2012 dan merupakan bentuk kepedulian terhadap terhadap lingkungan hidup disekitarnya.

sumber:

http://smadwijendra.sch.id/index.php?option=com_content&view=article&id=68:berita-terbaru&catid=48:kumpulan-berita


15 Januari 2012
HUT Ke-59 Yayasan Dwijendra
Perkuat Jati Diri dengan Budaya dan Agama

YAYASAN Dwijendra Pusat Denpasar, 28 Januari nanti genap berusia 59 tahun. Usia yang sudah dewasa ini ditunjukkan dengan komitmen memperkokoh jati diri manusia Bali yang diperkuat budaya Bali dan agama Hindu. Serangkaian HUT, digelar berbagai lomba, Sabtu (14/1) kemarin. Diawali defile peserta dari TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga universitas. Dibuka Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Drs. Ida Bagus Gede Wiyana didampingi Pembina Dr. IB Sedawa, S.E., M.Si., Ir. Abdi Negara, M.Si., Plt. Rektor Drs. IB Rai, M.Si. ditandai pelepasan balon diiringi tari topeng kreasi.

Ketua Panitia, Drs. I Made Sila, M.Pd., menyebutkan lomba yang digelar di antaranya Tri Sandya, Bali Simbar, TI, LCC agama Hindu, kebersihan kelas, bedah soal UN, story telling, film dokumenter budaya, lomba Microsoft Word, news reading, lomba busana ke pura dan lomba busana ke kampus. Juga lomba dharma wacana, yoga, DJ FM Announcer Competition. Sedangkan guru mengikuti lomba keterampilan mengajar dan tarik tambang. Lomba itu digelar sebagai introspeksi diri menyongsong kebangkitan millenium pertama Dwijendra.

Ida Bagus Gede Wiyana mengaku bangga atas kekompakan keluarga besar Dwijendra menyambut HUT ke-59 Yayasan Dwijendra. Tema Satyam Siwam Sundaram sangat pas dalam rangka membangun sikap profesionalisme guna meningkatkan kualitas pelayanan. Dwijendra memberikan penghargaan kepada guru, karyawan hingga tukang sapu yang bekerja profesional sebagai bentuk sikap Satyam, Siwam dan Sundaram.

IB Wiyana mengajak warga Dwijendra menyatukan pikiran dengan tetap mengedepankan nilai agama dan budaya. Dwijendra, kata dia, terdepan mengajegkan Bali. ''Jika kita rukun dan bersatu, Tuhan akan menganugerahkan kepadamu dunia yang selamat,'' ujar IB Wiyana mengutip ajaran Atharwa Weda yang menyiratkan bersatu dalam mengelola pendidikan. Artinya, jika Dwijendra hidup rukun, semua menjalankan tugas dengan baik, Dwijendra akan melahirkan manusia yang utama. Itulah yang ia sebut Satyam, cinta dengan memberi pelayanan terbaik. Siwam dengan pendidikan karakter dan Sundaram menjadikan SDM yang utama.

Ia mendoakan siswa Dwijendra lulus dengan baik. Bahkan menjadi sekolah dengan kelulusan terbaik di Denpasar. Namun demikian, IB Wiyana tetap rendah hati mengatakan apa yang diraih belum memuaskan tujuan leluhur pendiri Dwijendra. Dwijendra harus terus berbenah menuju kemajuan, menempa warganya menguasai iptek namun tak lepas dari akar budaya. (ad1)


2 September 2010
TOKOH PENDIDIKAN PRIHATIN DENGAN KASUS DWIJENDRA
video dapat diunduh melalui link ini:
http://www.balitv.tv/btv2/index.php/news/seputar-bali-mainmenu-27/6232-tokoh-pendidikan-prihatin-dengan-kasus-dwijendra

KASUS PENYERANGAN SEKOLAH YAYASAN DWIJENDRA DENPASAR, OLEH PULUHAN ORMAS MENGUNDANG KEPRIHATINAN DARI BERBAGAI KALANGAN, TAK TERKECUALI DARI TOKOH PENDIDIKAN. TOKOH PENDIDIKAN MENYATAKAN, AKSI INI DAPAT MENJADI PERSEDEN DURUK BAGI DUNIA PENDIDIKAN DI DENPASAR DAN BALI.

sumber : BaliTV

 http://www.antarabali.com/berita/6419/massa-pukul-satpam-yayasan-pendidikan-dwijendra


2 September 2010
Tersangka Pemukulan Satpam Dwijendra Kemungkinan Bertambah
Denpasar (Antara Bali) - Polisi mengemukakan bahwa tersangka pemukulan dua satpam di sekolah Yayasan Dwijendra kemungkinan akan bertambah selain Nyoman Tirtayasa yang merupakan anggota perguruan pencak silat Bhakti Negara.

Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Suryanbodo Asmoro di Denpasar, Kamis menjelaskan bahwa dalam pemukulan di sekolah milik yayasan itu, Tirtayasa tidak sendirian, namun diindikasikan ada pelaku lain yang ikut terlibat.

"Sementara kami masih mendalami keterangan beberapa saksi, termasuk dari tersangka Tirtayasa yang sudah menyerahkan diri," katanya.

Tirtayasa yang menyerahkan diri, Rabu (1/9) telah ditetapkan sebagai tersangka atas insiden pemukulan terhadap satpam Yayasan Dwijendra di Jalan kamboja, Denpasar, Selasa (31/8). Saat itu sejumlah anggota peguruan silat Bakti Negara mendatangi yayasan.

Menurut Kapoltabes, pihaknya juga berencana mempertemukan beberapa saksi, pasalnya dalam kasus yang melibatkan banyak orang itu, kemungkinan ada banyak pelaku yang melakukan pemukulan.

"Kami menduga, bukan hanya satu dua orang saja, tapi melibatkan banyak orang, nanti mereka akan kita pertemukan antara satu dengan yang lainnya," ujarnya menegaskan.

Kasus itu sempat ramai karena Danramil Denpasar Timur Kapten Joko Raharjo yang sempat ditantang anggota perguruan silat itu.

Namun Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Rachmat Budiyanto menyatakan tidak akan menanggapi kasus itu secara emosional, namun pihaknya akan merangkul, karena sudah ada itikad baik dengan meminta maaf ke markas Kodim.

Namun dikatakan, kalau TNI tidak akan tinggal diam terhadap aksi-aksi premanisme.

"Kami siap membantu polisi terhadap aksi premanisme yang anarkis karena dapat meresahkan masyarakat dan tindakan itu jelas melanggar hukum," ujarnya.


31 Agustus 2010
Massa Pukul Satpam Yayasan Pendidikan Dwijendra
Denpasar (Antara Bali) - Puluhan orang yang diduga berasal dari salah satu organisasi silat di Bali mendatangi Yayasan Dwijendra yang mengelola pendidikan di kawasan Jalan Kamboja, Kreneng, Denpasar, Selasa, serta memukul dua orang satpam.

Kedua satpam di sekolah tersebut, masing-masing Nyoman Gede Antara (29) dan Made Gede Dirgayusa (34).

Berdasarkan informasi, massa yang berjumlah sekitar 30 orang itu mendatangi Yayasan Dwijendra sekitar pukul 12:00 Wita dengan maksud mencari seorang guru olahraga, Nyoman Suwita di sekolah tersebut.

Karena ramai, dua satpam datang menemui mereka dan menjelaskan kalau guru yang mereka cari tidak ada di tempat. Kemungkinan karena salah paham, mereka langsung memukul dua petugas satpam tersebut.

Akibat pukulan itu, seorang satpam Nyoman Gede Antara mengalami robek di bagian bibirnya dan harus mendapatkan delapan jahitan serta satu gigi depannya lepas. Sementara rekannya kena pukul di dada dan rahang.

Mendapati suasana seperti itu, Komandan Rayon Militer 1611-01 Denpasar Timur, Kapten Joko Raharjo bersama dua anggotanya mendatangi lokasi dengan maksud untuk melerai. Namun para pelaku malah menendang sepeda motor anggota TNI itu dan menantangnya.

"Kamu bukan siapa-siapa, kalau berani copot bajumu. Saya tidak butuh TNI," ujar anggota Koramil Serma Beny Ratu menirukan laporan rekannya di lokasi kejadian.

Menurut Beny Ratu, komandannya tersebut tidak meladeni ucapan para pelaku. Hanya saja dengan nada berang ia meminta kepada para pelaku agar segera meminta maaf untuk datang ke Koramil dalam waktu secepatnya.

"Kami datang dengan tujuan baik kok malah ditantang. Saya beri tempo kalau mereka tidak datang minta maaf, kami yang akan mencari mereka. Ini sudah pelecehan terhadap institusi," ujarnya.

Usai menghajar dua satpam di yayasan itu, massa akhirnya bubar menuju arah utara.

Sementara Ketua Yayasan Dwijendra Ida Bagus Gede Wiyana menyayangkan sikap para pelaku yang membuat keonaran di lingkungan sekolah.

Wiyana menduga, kalau kejadian tersebut adalah masalah internal antara gurunya dengan kelompok itu. Dikatakan, tidak ada hubungannya masalah itu dengan proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar yang datang ke lokasi kejadian juga menyayangkan sikap para pelaku yang justru menyelesaikan masalah dengan cara berbuat onar di lingkungan sekolah.

"Saat ini kami masih melakukan pennyelidikan termasuk mengumpulkan keterangan dari korban," katanya sembari menyebut bahwa sesuai perintah Kapolda, para pelaku diminta segera dapat ditangkap dan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. (*)




12 Nopember 2011
SMA Dwijendra Kerahkan 1.250 Peserta
SMA Dwijendra termasuk sekolah besar di Bali. Sekolah yang memiliki 1.250 siswa ini akan mengerahkan semua potensinya untuk mengikuti jalan sehat Merah Putih Bali Post pada Minggu, 20 November mendatang.

Kepala SMA Dwijendra Denpasar Ida Bagus Alit Bajra Manuaba, S.Pd. menegaskan, anak-anak dan guru SMA Dwijendra akan tampil dengan kekuatan penuh. Apalagi hadiah utamanya sebuah mobil dan dua sepeda motor. Tentu anak-anak selain mengutamakan kesehatan jasmani juga berharap hadiah utama mobil jatuh ke tangan anak-anak SMA Dwijendra.

Menurutnya, jalan sehat ini mendapat dukungan Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Drs. Ida Bagus Gede Wiyana. Selain jalan sehat ini bermanfaat bagi kesehatan juga untuk sosial. Secara sosial anak-anak banyak mengenal lingkungan termasuk pergaulan dengan dunia kampus dan masyarakat. Secara jasmaniah selalu tampil bugar saat belajar. ''Pokoknya kami akan kerahkan semua anak dengan baju seragamnya,'' ujarnya.

Sedangkan orangtua siswa diimbau ikut bergandeng tangan dengan anaknya. Untuk mendukung acara itu, ia mendroping 1.250 koran Bali Post untuk diedarkan kepada siswa. #sue#

SMP Dwijendra Siap 1.100 Pasukan
TAK mau kalah dengan seniornya di SMA, Kepala SMP Dwijendra Denpasar Drs. I Nyoman Sukendra, M.Hum., siap menerjunkan 1.100 pasukan alias siswanya pada jalan sehat Merah Putih, 20 November mendatang. Sukendra juga melibatkan para guru agar semakin banyak peluang untuk mendapatkan hadiah utama. Bahkan Sukendra mengatakan baru kali ini ada jalan sehat berhadiah utama mobil. Ia juga yakin banyak peserta akan ikut serta, namun yang dia utamakan mengajak siswanya beradaptasi dengan pergaulan yang lebih luas. Anggap saja sebuah simakrama antarsiswa, dunia kampus dan masyarakat. Selain itu, juga mengenang napak tilas Puputan Margarana lewat jalan sehat.

Sukendra akan mendroping koran Bali Post sebanyak 1.100 eksemplar untuk digunting oleh siswa dan guru guna mendapatkan kupon undian peserta. Ia juga berharap hadiah utama mobil dan sepeda motor bisa jatuh di tangan peserta didiknya. #sue#

SMK Dwijendra Tampil Maksimal
SATU lagi sekolah di bawah Yayasan Dwijendra Pusat yang menyatakan dukungannya terhadap jalan sehat Merah Putih Bali Post adalah SMK Dwijendra. SMK yang baru lahir ini akan tampil maksimal dengan mengerahkan 200 siswa dan gurunya. Kepala SMK Dwijendra Drs. Ketut Widia, M.Pd., mengaku pihaknya ingin mengerahkan 300 siswa, namun sebagian masih magang di dunia industri.
Ia tertarik mengikuti jalan sehat berhadiah mobil dan sepeda motor ini karena termasuk agenda eksklusif. Kedua, semakin sering anak-anak diajak berolahraga semakin bagus untuk mengolahragakan diri sendiri. Apalagi diadakan pas hari Minggu dan peringatan 20 November. Kesehatan adalah modal belajar dan bekerja, makanya ia mewajibkan siswanya ikut serta. ''Sambil rekreasi jika bernasib baik akan ketiban mobil,'' ujarnya. #sue#

http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaindex&kid=4&id=58625




24 Januari 2011
BINTANG PUSPAYOGA LEPAS GERAK JALAN SANTAI
(Denpasar,23 Januari 2011), Memeriahkan hari jadinya yang ke-58, Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar menggelar Gerak Jalan Santai sepanjang lebih kurang sepuluh kilo meter, Minggu (23/1). Kegiatan ini melibatkan sekitar 3000 peserta keluarga besar, alumni Yayasan Dwijendra yang dilepas Ny. Bintang Puspayoga, didampingi Ketua Yayasan Ida Bagus Wiyana dan sejumlah pimpinan Yayasan Dwijendra.

Ny. Bintang Puspayoga menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya atas kemajuan yang diraih oleh Yayasan Dwijendra selama ini. Ke depannya, Yayasan Dwijendra diharapkan mampu mencetak SDM yang lebih berkualitas.

Gerak jalan santai ini mengambil rute stat di Jalan Kamboja, Surapati, Veteran, Patimura kembali di depan Yayasan Dwijendra. Kegiatan tersebut juga dimeriahkan atraksi Barong Bangkung oleh Mahasiswa Dwijendra dan Marching Band Taman Kanak-Kanak Yayasan Dwijendra. Dalam kesempatan itu, Ny. Bintang Puspayoga juga sempat memberi punia saat Barong Bangkung ngelawang. (Sar)

http://www.baliprov.go.id/index.php?page=2&action=detail&id=1585

 
Minggu 16 Januari 2011
Yayasan Dwijendra Hijaukan Kawasan Pura Candi Narmada
Denpasar (Antara Bali) - Keluarga Besar Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar melakukan kegiatan kebersihan dan penghijauan dengan menanam 742 pohon berbagai jenis di sekitar Pura Candi Narmada, Kota Denpasar, Minggu.

"Pohon yang ditanam, antara lain cempaka, mahoni dan cendana. Dalam kegiatan ini kami melibatkan sekitar 3.000 orang dari mahasiswa dan pelajar di yayasan yang kini berusia 58 tahun," kata Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Ida Bagus Gede Wiyana di sela-sela kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya mendukung program Pemerintah Kota Denpasar dalam mewujudkan kawasan bersih dan hijau.

"Dengan kegiatan ini kami ingin mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama turut serta memelihara dan membangun lingkungan hidup dengan baik," katanya.

Dikatakan, dalam kitab suci Hindu "Bhagawad Githa" dijelaskan bumi dan kekayan alam dikelola dengan baik ibarat sebagai sapi perah yaitu dijaga dan dikelola, maka akan memberikan kesejahteraan bagi semua lapisan masyarakat di bumi ini.

Wakil Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyambut baik diselenggarakannya acara penghijauan dan bersih-bersih lingkungan serta penanaman pohon penghijauan tersebut.

"Kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan, karena sudah menjadi komitmen Pemerintah Kota Denpasar untuk mewujudkan bersih dan hijau. Hal ini juga seiring harapan Pemprov Bali, yaitu untuk mewujudkan provinsi bersih dan hijau," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan seperti ini harus didukung oleh semua komponen lapisan masyarakat.

"Kami masih banyak membutuhkan pohon-pohon peneduh sehingga cuaca kota bisa lebih sejuk, mengingat Denpasar sebagai kota metropolitan," katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir Rektor Universitas Dwijendra Ketut Wirawan SH, Kepala SMA Dwijendra Denpasar Ida Bagus Alit serta pengurus yayasan lainnya.(*)



06 September 2008
SMA Dwijendra Denpasar Tak Ingin SKM Sebatas Label
Keluarga besar SMA Dwijendra Denpasar, Jumat (5/9) kemarin, menggelar workshop rintisan Sekolah Kategori Mandiri (SKM). Hampir 90 persen persyaratan SKM telah dipenuhi sekolah ini. Makanya Kepala SMA Dwijendra Denpasar Ida Bagus Alit Manuaba, S.Pd. menegaskan, setelah berstatus SKM, sekolah yang dipimpinnya siap menuju Sekolah Berstandar Internasional (SBI).

Ida Bagus Alit Manuaba mengungkapkan, delapan standar SKM sudah terpenuhi, tinggal dia melakukan moving class dan menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS). Dari segi sarana, ia sudah menyiapkan ruang belajar yang representatif berbasis TI, ber-AC dan sumber bacaan yang lengkap. Dua kelas sudah dijadikan objek uji coba untuk SKM, tinggal mengevaluasi hasilnya.

Dengan kerja keras ini, Ida Bagus Alit Manuaba tak mau SKM hanya label tanpa makna melekat di SMA Dwijendra, melainkan benar-benar diterapkan secara konsisten di sekolah ini. 'Sebagai milik dan kepercayaan masyarakat Bali, Dwijendra harus memberi pelayanan terbaik,' ujarnya.

Hal itu dikuatkan oleh Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Drs. Ida Bagus Gede Wiyana. Menurutnya, SMA Dwijendra bisa dikatakan rintisan SKM karena secara manajemen, keuangan dan fasilitas sudah mampu mandiri. Bahkan SMA Dwijendra sudah menerapkan kelas unggulan untuk menjaga mutu.

Yayasan, kata dia, men-support segala keperluan SMA Dwijendra untuk bisa tampil optimal dengan label SKM. 'Semua konsep Wiyata Mandala kami terapkan secara baik,' ujarnya.

Ia bahkan menyebut semua sekolah di Bali harus menuju SBI. Jika tidak, sekolah lokal akan kalah bersaing . Makanya ia tak setuju ada sekolah yang masih mendompleng di sekolah lain.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Denpasar Drs. Gusti Lanang Jelantik, M.Si., saat membuka workshop ini kagum dengan kemajuan yang dicapai Dwijendra dalam mengembangkan pendidikan. Dwijendra juga memberi kontribusi bagus pada peningkatan mutu pendidikan di Denpasar. 'Kami tunggu juara-juara olimpiade yang lahir dari Dwijendra,' ujarnya.

Di hadapan 165 guru SMA, SMP dan dosen FKIP Undwi, Lanang Jelantik memaparkan strategi dan kebijakan pendidikan di Denpasar. Untuk peningkatan mutu, Pemkot menyiapkan anggaran bagi 200 guru yang ingin melanjutkan studi.

Tampil sebagai pembicara pada workshop dua hari itu, Prof. Dr. Nyoman Dantes soal 'SKS dan PA dalam SKM', dan Dr. Made Yudana tentang 'Manajemen SKM'. #025/*#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar