|
Senin, 23 Oktober 2012 | Bali Post
|
|
Pusat Dorong Dwijendra Bualu Jadi
''International School''
|
|
PENGURUS Yayasan Dwijendra Pusat
Denpasar mengadakan acara simakrama dengan pengurus Yayasan Dwijendra Cabang
Bualu, Senin (22/10) kemarin. Yang menarik pada simakrama itu, mempertemukan
dua Wiyana yakni Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Drs. Ida Bagus Gede
Wiyana dan Ketua Umum Yayasan Dwijendra Bualu Drs. Ketut Wiyana.
Acara itu juga dihadiri Wakil Ketua Yayasan MS Chandrajaya, M.Hum., Sekretaris I Made Rintig, pengawas Wayan Abdi Negara, Rektor Dr. Ketut Wirawan, Dekan Fikom I.A. Ratnawesnawati, M.M., dan para dekan serta kasek di lingkungan Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar. Sementara rombongan selain diterima Ketua Umum Yayasan Dwijendra Bualu Drs. Ketut Wiyana, juga Ketua Yayasan Dwijendra Cabang Bualu I Ketut Sarya AR, Kepala SMP Dwijendra Drs. I Gede Suwirta dan SMA Dwijendra Bualu Ir. I Wayan Wita. Usai mengunjungi SMP Dwijendra Bualu, tim langsung meninjau gedung SMA Dwijendra dan Yayasan Dwijendra Bualu. Kunjungan terakhir dilakukan tujuh tahun lalu. Ketut Wiyana menjelaskan, SMP Dwijendra didirikan tahun 1975 digagas bersama perbekel dan dua guru SD yang sudah almarhum. Ketut Wiyana yang juga jebolan Dwijendra mengaku sangat menghormati nama Dang Hyang Dwijendra. Bahkan, dia mengaku di Dwijendra mendapatkan sesuatu. ''Di Weda menyebutkan yang mampu membahagiakan ibu, ayah dan gurunya semua program hidupnya akan sukses dan dituntun Hyang Widi,'' ujarnya. Makanya Dang Hyang Dwijendra, menurutnya, brahmana yang berjasa mengapresiasi segala perbedaan di Bali yang dia tuangkan dalam buku ''Suksmaning Banten''. ''Dang Hyang Dwijendra bukan feodalisme namun mampu mensinergiskan hal berbeda,'' tambahnya. Ida Bagus Gede Wiyana mengungkapkan, Dwijendra Bualu sejak tujuh tahun terakhir mengalami perkembangan yang pesat dan potensial menjadi institusi pendidikan unggulan di Bali. Makanya dia mengajak tim Dwijendra Pusat belajar soal kelebihan Dwijendra Bualu. ''Saya yakin di Dwijendra Bualu pasti ada sesuatu yang luar biasa,'' ujarnya. Ia menegaskan siswa Dwijendra kini memiliki daya saing tinggi. Ini dibuktikan prestasi siswanya setara bahkan mengalahkan sekolah negeri. Ini didukung keunggulan Dwijendra dalam disiplin, pendidikan karakter dan pendidikan spiritualnya. Sekolah Dwijendra Bualu, kata dia, potensial dijadikan sekolah internasional. ''Kami mendorong Dwijendra Bualu menjadi international school,'' ujarnya. Kedua, I.B. Wiyana menggalang kerja sama dengan Dwijendra Bualu bagi mahasiswa Undwi. Dengan demikian ada kampus C Undwi di Bualu guna menampung lulusan SMA/SMK di Bualu. Makanya Yayasan Dwijendra Bualu diberi pengelolaan hak otonomi penuh. (ad2) |
Om Swastiastu. Kita tidak ingin hanya menjadi pewaris betapapun sejarah masa lampau itu merupakan salah satu peristiwa besar abad ke 21 ini. Yang kita inginkan adalah menjadi pembuat sejarah masa sekarang dan masa yang akan datang. Jika kita mengingat masa lampau, maka tujuan utama kita adalah untuk menggali kekuatannya guna merampungkan tugas-tugas kita pada masa yang akan datang. Matur Suksma. Om Santih Santih Santih Om.
see our website : www.yayasandwijendradps.org
to see in our full feature use PC/laptop
but you can see it too in short style of mobile version
to see in our full feature use PC/laptop
but you can see it too in short style of mobile version
Pusat Dorong Dwijendra Bualu Jadi ''International School''
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar