Universitas Dwijendra Gelar Pelatihan Proposal Penelitian
|
Dosen Peneliti Lebih Berkarakter
|
SERANGKAIAN Dies Natalis ke-33, Universitas Dwijendra, LP2M Universitas Dwijendra, Jumat (22/6) kemarin menggelar ''Sosialisasi Pogram Pengabdian Masyarakat dan Pemantapan Pelatihan Penulisan Proposal’’. Pelatihan menghadirkan reviewer DP2M dan Litbamas Dikti Prof. Sundani.
Acara diikuti puluhan dosen dari Universitas Dwijendra dan Unwar. Prof. Sundani disambut PR I Dr. Ir. Erik Suardana, M.Erg. dan PR II Dra. Ni Made Suarningsih, M.Si. dan PR II Drs. Ida Bagus Rai, M.Si. Erik Suardana mengharapkan dengan sosialisasi dan pelatihan ini semakin banyak dosen Universitas Dwijendra yang meneliti dan mengirimkan proposal ke Dikti dan memenangkan hibah penelitian. Ketua LP2M Universitas Dwijendra Ir. Ni Ketut Karyati,M.P., didampingi Ketua LPM Unwar Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.S., menjelaskan, sosialisasi ini juga untuk memotivasi dosen Universitas Dwijendra dan Unwar agar semakin bergairah meneliti. Tujuan akhirnya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas jumlah prorosal dari dosen yang dirancang bisa merebut hibah pengabdian masyarakat. Prof. Sundani menegaskan meneliti kini sudah menjadi kewajiban dosen dengan turunnya UU Guru dan Dosen. Hasil penelitian, kata dia, menunjukkan bahwa dosen yang suka meneliti akan lebih berkarakter daripada dosen yang hanya mengajar saja, Ini dikatakan Prof. Sundani, karena cara mengajar dosen yang sudah terbiasa melakukan riset berbeda cara mengajarnya dari dosen yang hanya berkutat mengajar saja. Dia mengatakan dosen peneliti akan jauh dikenal banyak orang, karena hasil risetnya. Hal ini terjadi karena hasil risetnya bermanfaat bagi masyarakat akan lama diingat oleh masyarakat dibandingkan dosen yang hanya mengajar. Itulah yang dia katakan sebagai bagian pengabdian kepada masyarakat. Prof. Sundani mengatakan dosen peneliti ini secara tak langsung juga memasukkan hasil risetnya ke buku yang diciptakannya. Di samping itu, hasil risetnya juga dituangkan dalam PBM. Pendidikan pada pengabdian masyarakat akan memberi inspirasi pada risetnya, demikian juga risert dosen juga terinspirasi pada pendidikan dan bisa diterapkan pada masyarakat. Dia menambahkan Universitas Dwijendra yang berbasiskan Hindu dan budaya Bali sangat potensial pada riset pengabdian masyarakat. Apalagi Dikti memprioritaskan konservasi seni, budaya dan arsitektur. Bahkan Prof. Sundani mengkritisi mengapa orang Bali tak mau belajar dari lontar dan naskah kuno Bali. Justru kini lontar itu dipinjam dan diterjemahkan AS untuk alih bahasa. Hal ini juga menimpa masyarakat Jawa dan Sumatera. Untuk itu ia mengajak dosen Universitas Dwijendra dan Unwar melakukan penelitian pengabdian masyarakat sekali pun penelitiannya lebih sulit dibandingkan proposal lainnya. (ad2) sumber http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=26&id=66743 |
Om Swastiastu. Kita tidak ingin hanya menjadi pewaris betapapun sejarah masa lampau itu merupakan salah satu peristiwa besar abad ke 21 ini. Yang kita inginkan adalah menjadi pembuat sejarah masa sekarang dan masa yang akan datang. Jika kita mengingat masa lampau, maka tujuan utama kita adalah untuk menggali kekuatannya guna merampungkan tugas-tugas kita pada masa yang akan datang. Matur Suksma. Om Santih Santih Santih Om.
see our website : www.yayasandwijendradps.org
to see in our full feature use PC/laptop
but you can see it too in short style of mobile version
to see in our full feature use PC/laptop
but you can see it too in short style of mobile version
Universitas Dwijendra Gelar Pelatihan Proposal Penelitian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar